Search This SitePress ReleasesFeatured Publications
|
MAJELIS UMUM PBB SEPAKAT MENGANGKAT KEMAL DERVIS SEBAGAI ADMINISTRATOR BARU UNDP
New York, 6 May 2005 - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, mewakili 191 negara, secara mufakat mengangkat Kemal Dervis, mantan menteri keuangan Turki dan pejabat senior Bank Dunia, sebagai Administrator Lembaga Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) yang baru. Dervis, saat ini menjabat sebagai anggota parlemen Turki, dijadwalkan untuk memulai masa empat tahun jabatannya secara resmi pada tanggal 15 Agustus 2005. "Hati saya tergetar bahwa Sekretaris Jenderal dan Majelis Umum menaruh kepercayaan pada saya untuk menjadi Administrator UNDP yang baru," kata Dervis. "Saya menyambut dengan senang hati kesempatan bekerja di organisasi yang selalu berdiri di garda terdepan dalam kancah peperangan melawan kemiskinan dan memimpin perjuangan untuk memberikan hak hidup dengan kebebasan dan harga diri kepada semua orang ini. Merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan yang berharga bagi saya untuk mengikuti jejak Mark Malloch Brown memimpin organisasi ini terutama ketika kita bekerja keras untuk memenuhi tuntutan global terbesar saat ini-- pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). Perdamaian, keamanan, pembangunan ekonomi dan kebebasan terkait satu sama lain. Saya juga akan memaknai kesempatan ini untuk berbuat demi penguatan dan pembaruan sistem PBB yang diajukan oleh Sekjen Kofi Annan." Dervis, yang dicalonkan oleh Sekjen Kofi Annan minggu lalu, menjadi orang pertama dari negara penerima bantuan pembangunan-- bukan dari negara penyumbang --terpilih untuk memimpin UNDP, lembaga PBB penerima dan penyalur dana terbesar, dan pemimpin global pelbagai upaya PBB untuk memerangi kemiskinan dan memajukan tata pemerintahan demokratis di seluruh negara berkembang. Dervis akan menggantikan Mark Malloch Brown, yang pada bulan Januari 2005 ditunjuk menjadi Chief of Staff Sekjen Kofi Annan. Pengangkatan Dervis oleh Majelis Umum terjadi setelah Dewan Eksekutif UNDP melapor pada Sekjen bahwa 36 negara anggota mendukung pencalonannya. "Pencalonan dan penunjukan Kemal Dervis sebagai Administrator UNDP yang baru oleh Sekjen dan pengangkatannya secara mufakat oleh Majelis Umum merupakan pertanda baik perubahan di dalam tubuh PBB," kata Carmen Maria Gallardo Hernandez, Perwakilan Tetap El Salvador di PBB dan Presiden Dewan Eksekutif UNDP. "Ketika kita terlibat aktif dalam proses konsultasi menuju organisasi yang lebih demokratis, transparan dan bertanggung jawab, peristiwa ini memberikan pengharapan yang mencerahkan buat kita di masa depan." Selaku Menteri Urusan Perekonomian dan Perbendaharaan Turki, Dervis, 56, melaksanakan program pemulihan yang berhasil menyelamatkan Turki keluar dari kehancuran akibat krisis keuangan tahun 2001. Kebijakan pembaruannya dipuji karena berhasil menghentikan resesi panjang dan inflasi tiga digit, menempatkan Turki di jalur menuju pertumbuhan berkelanjutan sekaligus membangun landasan ekonomi sehingga Turki berhak mendapatkan keanggotaan Uni Eropa. Sebelum direkrut sebagai menteri keuangan, Dervis bekerja di Bank Dunia selama 22 tahun. Ketika menjabat sebagai Direktur Departemen Eropa Tengah, ia mengawasi berbagai program Uni Eropa untuk pembangunan kembali Bosnia pada pertengahan 1990an, di mana ia kerap menekankan "strategi kita adalah bagaimana membantu Bosnia untuk membantu diri mereka sendiri." Selaku Wakil Presiden untuk Program Pemberantasan Kemiskinan dan Pengelolaan Ekonomi, ia memainkan peran penting dalam pembentukan inisiatif Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan, yang bertujuan untuk memperluas dan memperdalam agenda pembaruan di negara-negara miskin dengan cara melibatkan masyarakat sipil sejak dalam tahapan pembentukan kebijakan. Buku terakhir Dervis, A Better Globalization, (ditebitkan oleh Center for Global Development, 2005) dipuji oleh mantan Presiden Meksiko Ernesto Zedillo sebagai "pemikiran yang kreatif (out-of-the-box ideas)" mengenai tata pemerintahan. Francis Fukuyama, profesor Ekonomi Politik Internasional dari Universitas Johns Hopkins, berkata bahwa buku Dervis adalah "satu dari sekian solusi yang paling imajinatif untuk mengatasi masalah reorganisasi PBB." Selain fasih berbahasa Turki sebagai bahasa asli, Dervis juga menguasai bahasa Inggris, Perancis dan Jerman dengan sangat lancar. Ia menyandang gelar doktor ekonomi dari Princeton University, Master dan Sarjana dari London School of Economics. Saat mengumumkan pencalonannya, Sekretaris Jenderal yakin bahwa Dervis akan menjadi Administrator UNDP yang luar biasa. "Saya memilihnya di antara sejumlah kandidat kuat dari seluruh dunia. Ia menggabungkan rekam jejak pengalaman dan kepandaian yang telah teruji dalam bidang pembangunan dan keuangan internasional, berkomitmen tinggi untuk memerangi bencana kemiskinan, serta terlatih sebagai manajer. Saya sangat yakin ia akan mampu mewujudkan usaha pembaruan yang sukses dicanangkan oleh Mark Malloch Brown selama enam tahun terakhir, dan mengonsolidasikan peran penting UNDP dalam melaksanakan prioritas pembangunan dunia mulai dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) sampai pencegahan krisis dan pemulihannya." Administrator baru UNDP diharapkan mulai bertugas sebelum pertemuan tahunan Majelis Umum bulan September mendatang. Dengan anggaran tahunan lebih dari 3 milyar dolar Amerika, UNDP memiliki staf yang tersebar di 166 negara untuk membantu warga dan pemerintah mereka dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan global. Administrator UNDP juga memimpin kelompok pembangunan PBB (UN Development Group) yang mengkoordinasi bantuan internasional dan pekerjaan pembangunan badan-badan PBB. Malloch Brown memimpin UNDP selama enam tahun dan melakukan pembaruan organisasi dari dalam, mengembangkan sumber daya yang ada, dan memfokuskan kembali upaya-upaya pengurangan kemiskinan dan tata pemerintahan yang demokratis, termasuk di dalam situasi krisis pasca konflik. Sebagai ketua UN Development Group, Malloch Brown menjadi pemimpin penting kampanye mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). Malloch Brown mencatat bahwa pengalaman Dervis baik sebagai penasihat internasional dan sebagai menteri yang memimpin rekonstruksi ekonomi di negaranya menjadikan ia aset berharga bagi organisasi. "Kemal Dervis mengerti jenis bantuan apa yang dibutuhkan dari luar untuk melakukan perubahan. Menurut saya ia akan sanggup secara unik menempatkan bantuan UNDP baik berupa nasihat maupun peningkatan kemampuan sebagai sumber dukungan yang penting dan praktis bagi negara-negara yang sedang berlomba untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium." Pada saat memulai pencarian kandidat tiga bulan yang lalu, Sekretaris Jenderal mengatakan bahwa ia mencari seorang pemimpin dengan pengalaman panjang di dunia pembangunan, baik dari dalam lembaga pembangunan mapan maupun dari pemerintahan di negara berkembang. Administrator UNDP harus memiliki keahlian mumpuni di bidang diplomatik, politik dan penguasaan manajemen, disertai dengan kemampuan memimpin organisasi internasional yang besar dan secara bersamaan mampu menggerakkan dukungan dunia untuk Tujuan Pembangunan Milenium. Enam kandidat kuat terplilih menjadi finalis untuk jabatan Administrator UNDP dari seratus lebih calon dari negara-negara anggota PBB dan lainnya. Setelah wawancara dengan juri khusus, tiga finalis kemudian bertemu dengan Sekretaris Jenderal dan Deputi Sekretaris Jenderal Louise Fréchette. Sekretaris Jenderal membuat keputusan berdasarkan hasil wawancara tersebut. Selain Dervis, lima kandidat lainnya adalah Fawzi Al Sultan, Kuwait; Baroness Valerie Amos, Inggris; Kaoru Ishikawa, Jepang; Hilde Frafjord Johnson, Norwegia dan Ad Melkert, Belanda. Kemal Dervis CV dapat dilihat di sini. * * * Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi: * * * UNDP adalah jaringan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa di seluruh dunia. UNDP mendukung perubahan dan membantu negara-negara dengan jalan memberi akses kepada pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang dibutuhkan warga untuk memajukan taraf kehidupan mereka.
|
|
| ^ Back to top |
Work for UNDP · Contact Us · Frequently Asked Questions · Site Map · RSS Feed Copyright & Terms of Use · Information Disclosure Policy · Fraud Reporting |