Facebook Facebook Twitter TwitterYoutube Youtube             

UNDP akan Memberikan Penghormatan kepada Pelestari Lingkungan Hidup

Jakarta, 3 Juni 1997: Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) akan mengadakan acara penghormatan dalam suatu pameran mengenai lingkungan hidup di Jakarta akhir minggu ini kepada seorang pelestari lingkungan hidup dari Sumbawa yang baru-baru ini dianugerahi Penghargaan Global 500.

Kantor UNDP di Jakarta akan mempersiapkan acara penghormatan itu untuk Siti Aminah, Ketua Yayasan Lembaga Solidaritas Bangsa (LSB), yang kegiatannya melestarikan hutan bakau di salah satu pulau Nusa Tenggara Barat itu dibiayai melalui badan penyandang dana multilateral terbesar di dunia itu. Aminah baru saja terpilih menerima Penghargaan Global 500 oleh Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP).

Acara penghormatan itu akan dilaksanakan selama pameran yang akan diselenggarakan oleh Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup di Balai Sidang Jakarta, Jalan Gatot Subroto, dari tanggal 4 sampai 8 Juni. Pameran itu dimaksudkan untuk memperingati ulang tahun kelima Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi di Rio de Janeiro, Brasil, pada tahun 1992, tempat untuk pertama kalinya bangsa-bangsa di dunia menyatakan komitmen mereka pada pembangunan berkelanjutan.

UNDP akan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas dan media untuk berbicara dengan Aminah dan pelestari lingkungan hidup lain yang bersangkutan dengan Dana Hibah Kecil Global Environment Fund (GEF/SGP) untuk Lembaga/Kelompok Swadaya Masyarakat (LSM/KSM) yang mendukung usaha Aminah.

Selama pameran, UNDP akan menampilkan bahan-bahan tercetak maupun audio-visual yang mempertunjukkan program-program pembangunannya yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Lembaga PBB ini juga akan menyelenggarakan acara-acara khusus untuk memperlihatkan usaha-usahanya mendorong pembangunan manusia berkelanjutan di negeri ini.

Pameran itu akan terbuka untuk umum dari jam 10:00 sampai 21:00. Selain secara umum menyerukan perlunya perlindungan dan pemulihan lingkungan hidup demi tercapainya pembangunan manusia berkelanjutan, pameran itu secara khusus akan berusaha memperkenalkan kepada orang banyak gagasan-gagasan mengenai label hijau, ISO 14000, dan produk-produk ramah lingkungan hidup. Pameran itu juga akan menjadi lahan bagi promosi dan transaksi bisnis yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Peserta pameran termasuk badan-badan pemerintah, organisasi-organisasi internasional, perusahaan-perusahaan, lembaga ilmiah dan riset, dan LSM.

Aminah akan menerima Penghargaan Global 500 di Seoul pada perayaan Hari Lingkungan Hidup Dunia pada tanggal 5 Juni, hari yang ditetapkan Majelis Umum PBB pada tahun 1972 untuk memusatkan perhatian dan aksi dunia pada masalah-masalah lingkungan hidup.

Dia telah melaksanakan proyek unik penghutanan kembali pohon bakau di daerah Semangat Baru di Desa Nelayan Labuhan Mapin. Ketekunannya telah menghadirkan kembali ikan dan kepiting yang bersarang di sekitar pantai.

Aminah dengan cepat memperoleh kepercayaan dari masyarakat dan penguasa setempat sehingga Kantor Wilayah Departemen Kehutanan meminta LSB menjadi konsultan ahli untuk membantu kelompok-kelompok nelayan menanam bakau di pantai-pantai Sumbawa.

Di antara penerima Penghargaan UNEP tahun ini terdapat Jane Goodall dari Britania Raya untuk jasanya dalam usaha perlindungan satwa liar; Prof. Jan van der Leun dari Belanda untuk peran utamanya dalam mengakses akibat penipisan lapisan ozon bagi kesehatan manusia dan hewan; Seksi Pendidikan BBC World Service dari Britania Raya yang sangat aktif menyiarkan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup; Centro Salvadoreno del Tecnologia Apropiada dari El Salvador yang menyelamatkan Hutan El Espino dan Sumber Air El Pescadito de Oro dari perusakan oleh pemerintah dan industri; Joon-Yuep Cha dari Korea Selatan yang usahanya membuat negerinya bergabung dalam Konvensi mengenai Perdagangan Internasional Spesies Langka (CITES); Dr. Lilian Corra dari Argentina yang mempromosikan aksi pencegahan epidemiologis lingkungan hidup; Walikota Edward Solon Hagedorn yang menjadi pemimpin politik pertama di Filipina yang menjadikan gagasan perlindungan lingkungan hidup pusat perhatian pemerintahannya, dan yang menghentikan perusakan terhadap sumber-sumber alam Kota Puerto Princesa; Theo Manuel dari Afrika Selatan yang merehabilitasi dan mengelola Suaka Alam Wolfgat dengan cara yang memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat; dan Kota Ube yang menjadi pelopor pengontrolan polusi udara di Jepang.

Sejak UNEP meluncurkan Penghargaan Global 500 tahun 1987, telah 654 individu dan organisasi yang menerimanya. Di antara penerima penghargaan yang terkenal terdapat penjelalah lautan dari Prancis Jacques Cousteau; Sir David Attenborough, produser program-program lingkungan hidup untuk televisi; Gro Harlem Brundtland, mantan perdana menteri Norwegia; Ken Saro-Wiwa, pelestari lingkungan hidup dan pejuang hak asasi manusia dari Nigeria yang dihukum mati karena memimpin perlawanan orang Ogoni terhadap polusi atas tanah mereka; Jimmy Carter, mantan presiden Amerika Serikat; dan WWF (World Wide Fund for Nature).
 

 

Share |